Minggu, 30 November 2014

DAUR ULANG SAMPAH KERTAS PUTIH

DAUR ULANG SAMPAH KERTAS PUTIH


I.             JUDUL
Adapun judul dalam laporan percobaan ini adalah “DAUR ULANG SAMPAH KERTAS PUTIH”

II.          LATAR BELAKANG

Kertas merupakan salah satu kebutuhan manusia dalam kegiatan sehari-hari, sehingga pemakaian kertas setiap harinya berjumlah sangat besar. Pemakaian kertas tersebut seperti surat kabar, majalah, buku, kemasan, surat-surat, kertas faks, fotokopi dan kertas cetak. Kebutuhan kertas yang berjumlah besar itu selain mendorong produksi industri kertas, ternyata juga menimbulkan masalah- masalah lain seperti masalah lingkungan, yang di dalamnya mencakup masalah-masalah penebangan pohon di hutan, sampah, pencemaran air dan udara. “Bahan kertas terbuat dari selulosa, yaitu serat tanaman”http://www.aikon.or.id/minggukertas/faq.asp.
Saat ini kebutuhan bahan kertas, sebagian besar dipenuhi dari serat kayu. Semakin panjang serat, semakin kuat dan tahan kertas yang dihasilkan. Serat kayu yang panjang ini terdapat pada pohon pinus. Sedang serat kayu yang pendek berguna untuk kehalusan kertas, pohon jenis ini banyak terdapat di Indonesia. “kertas adalah bahan tipis dan rata yang dihasilkan dengan kompresi serat yang berasal dari pulp. Serat yang digunakan adalah serat alami mengandung selulosa dan hemiselulosa”. http://www.business.murdoch.edu.au/herbtea/articles/jab. Pemakaian bahan pembu-atan kertas sering menggunakan gabungan antara serat panjang dan serat pendek untuk menghasilkan kertas yang kuat dan halus. “Selain dari kayu, bahan lain yang dijadikan kertas nonkayu, adalah jerami, kenaf, bambu, dst”.http://www.envirosystemsinc.com/paper.html#gen.
Berdasarkan uraian di atas, dapat dilihat bahwa masalah sampah kertas memberi dampak yang cukup serius bagi kesejahteraan masyarakat. Salah satu bentuk pengelolaan sampah kertas yaitu dengan mengolahnya menjadi kertas kembali. Oleh karena itu, dalan laporan ini kami mengambil judul ”Daur Ulang Sampah Kertas Putih”.

III.       RUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan masalah dalam laporan ini sebagai berikut:
1.      Bagaimana cara membuat kertas daur ulang dari sampah kertas putih?
2.      Apakah manfaat dari kertas daur ulang dari sampah kertas putih?

 IV.       TUJUAN
Adapun tujuan dalam laporan ini sebagai berikut:
1.      Untuk mengetahui cara membuat kertas daur ulang dari sampah kertas putih.
2.      Untuk mengetahui manfaat dari kertas daur ulang dari sampah kertas putih.

 V.          LANDASAN TEORI
A.    SAMPAH
Ekayana (1998:5) menjelaskan “sampah adalah benda atau barang yang sudah tidak dipakai, tidak diinginkan, dan dibuang”. Masalah sampah dalam kehidupan sehari-hari yaitu menumpuknya sampah mengakibatkan pencemaran lingkungan. Sampah bisa dimanfaatkan kembali dengan cara diolah sedemikian rupa sehingga lebih bermanfaat yaitu dengan cara mendaur ulang.
1.      Macam Sampah
Pengolahan serta pemanfaatan sampah disesuaikan dengan jenis sampah. Ada beberapa macam sampah, yaitu sampah anorganik dan sampah organik. Sampah anorganik merupakan sampah yang tidak berasal dari makhluk hidup. Sampah anorganik ini sulit diuraikan, bahkan memerlukan waktu hingga bertahun-tahun agar proses penguraian menjadi sempurna. Contoh sampah anorganik adalah kertas, plastik, kain, botol, kaca, ban, dan lain sebagainya. Alternatif dalam mengatasi sampah anorganik yaitu dengan mendaur ulang menjadi sesuatu baru yang lebih bermanfaat. ”Gaya hidup ramah lingkungan dikenal pula dengan semboyan 4R yaitu Reduce, Reuse, Recycle dan Replace. Artinya mengurangi tingkat kebutuhan akan sampah, menggunakan kembali sampah yang telah ada, mendaur ulang sampah yang telah terpakai dan mengganti barang-barang yang hanya bisa dipakai sekali dengan barang yang lebih tahan lama” http://www.we_r_mommies.com.htm
Sampah organik merupakan sampah yang dihasilkan oleh makhluk hidup. Sampah ini bisa diuraikan dengan bantuan bakteri atau dengan mendaur ulang secara hayati. Contoh dari sampah organik adalah sampah domestik (rumah tangga), kotoran ternak dan manusia, semua bagian tumbuhan, limbah padat (serbuk gergaji kayu), limbah cair (limbah ternak cair, cairan proses biogas).
 
2.      Sampah Kertas
Sampah kertas adalah sampah yang termasuk sampah anorganik yang sangat sulit diuraikan dan membutuhkan waktu yang lama untuk dapat terurai bahkan sampai puluhan tahun. Sampah kertas selain mengganggu lingkungan juga menim-bulkan berbagai masalah yang lain, seperti pencemaran lingkungan dari limbah pengolahan kertas dan pencemaran dari sampah kertas. Untuk membantu mengurangi sampah kertas yaitu dengan cara mendaur ulang sampah tersebut. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh produksi kertas. Menurut Lester (1994: 66). Cara mengatasi masalah sampah kertas yaitu pencegahan limbah pada sumbernya (produksi bersih), yaitu mengurangi penggunaan bahan baku, air dan energi, menghindari pemakaian bahan baku beracun, seperti memproduksi kertas yang berbahan non kayu, tidak memakai khlorine (pemutih kertas, yang bisa menyebabkan pencemaran air), dan penanganan pencemaran setelah terjadinya limbah (end of pipe treatment ) yaitu dengan mengolah limbah yang dihasilkan”
3.      Cara Daur Ulang Sampah Kertas
Ada beberapa cara daur ulang kertas menurut beberapa sumber antara lain:
a.       Menurut Harso dalam  http://wordpress.org/
Robeklah kertas menjadi serpihan kecil-kecil lalu direndam dalam air selama 1 hari. Blender digunakan untuk  menghaluskan kertas yang sudah direndam tersebut dan kemudian diletakkan ke dalam baskom yang sudah tersedia air. Kemudian diaduk hingga bercampur rata dan tempatkan kain serta spon di atasnya. Selanjutnya adalah saring campuran di baskom memakai screen sablon. Hati-hati, jangan sampai terlalu tebal. Lalu letakkan di atas spon yang sudah dilapisi kain dengan posisi terbalik, gosok sedikit screennya dan diangkat. Tutup dengan kain yang sudah dibasahi, tambah satu lapis lagi kain basah. Ulangi langkah terakhir, sesudah beberapa lapis, press dengan menempatkan papan besar di atasnya dan beri pemberat seperti batako atau batu, dan biarkan selama sekitar satu jam agar airnya berkurang. Jika semua sudah dilakukan, pastikan sudah cukup kering sebelum diangkat. Kemudian sepasang demi sepasang diangkat dan jemur ditempat yang panas. Agar rapi dan keras, setrika sepasang demi sepasang kemudian buka kainnya pelan-pelan. Maka, kertas daur ulang pun sudah siap untuk dijadikan aneka souvenir indah yang siap untuk di tampilkan dan bersaing di pasaran.
b.      Menurut Wardiningsih dalam Agus Baharudin/Suara Pembaruan
Sampah kertas yang terkumpul mula-mula dipotong kecil-kecil dan kemudian direndam dalam air selama dua hingga tiga jam. Setelah itu potongan kertas diblender hingga menjadi bubur kertas dan siap dicetak. Bubur kertas itu dicampur air dengan perbandingan satu liter kertas dengan lima liter air. Pencetakan dilakukan dengan menggunakan kawat kasa atau screen yang diberi bingkai kotak kayu. Ukuran kotak sesuai dengan yang dikehendaki.Screen dengan lubang berukuran N36 hingga 38. Pencetakan dilakukan pada papanmultipleks yang dilapisi kain hero. Pencetakan dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut screen ruckle untuk meratakannya. Tebal tipisnya kertas diatur sesuai keperluan. Setelah bubur kertas rata dan menempel pada kain hero, cetakan dilepas. Proses berikutnya adalah pengeringan dengan cara menjemurnya di bawah sinar matahari atau dalam ruangan. Apabila sinar matahari cukup panas, pengeringan dapat berlangsung hanya dua jam. Kertas daur ulang itu dapat dibuat berwana putih saja atau diberi warna tertentu. Pewarnaan dilakukan menggunakan bahan alami dari tumbuh-tumbuhan. Misalnya untuk mendapatkan kertas warna kuning, digunakan kunyit yang diblender dan dicampurkan bubur kertas. Bahan alami lainnya yang juga digunakan yaitu daun suji, temulawak, bunga telang, buah murbei, buah jamblang, dan sebagainya.

Gambar 1. Rendaman sobekan kertas


Gambar 2. Kain kasa
Gambar 3. Pengeringan bubur kertas
Dikutip dari:(http://www.sinarharapan.co.id) di akses 10 oktober 2008
4.      Manfaat Kertas Daur Ulang
Kertas daur ulang memiliki banyak manfaat yang ditinjau dari beberapa aspek, meliputi aspek lingkungan dan aspek ekonomi. Aspek lingkungan meliputi, (1) mengurangi polusi udara karena pembakaran sampah kertas, (2) mengurangi kebutuhan lahan untuk penimbunan sampah, (3) mengurangi penebangan hutan untuk pulp (bubur kayu). Aspek ekonomi meliputi, (1) menghemat biaya untuk transportasi dan penimbunan sampah, (2) mengurangi volume sampah, (3) memiliki nilai jual lebih tinggi, (4) menciptakan lapangan pekerjaan. ”Kertas daur ulang dapat dimanfaatkan menjadi berbagai kerajinan tangan dan souvenir yang cantik serta mempunyai daya jual lebih”.  http://wordpress.org/

VI.       ALAT DAN BAHAN
Dalam laporan ini alat dan bahan yang digunakan antara lain:
A.    Alat
1.      Screen atau kain kasa  :           1 lembar
2.      Blender                       :           1 set
3.      Multiplek / keramik     :           1 lembar
4.      Baskom                       :           1 biji
B.     Bahan
1.   Kertas                          :           100 gram
2.      Lem                             :           20 gram
3.      Air                               :           400 gram

VII.    Prosedur/ Cara Kerja
Proses daur ulang kertas menurut kelompok kami merujuk dari pengalaman atau pengetahuan Asror dan Erwin yaitu:
a.       Menyiapkan alat dan bahan
b.      Mengumpulkan sampah kertas putih 100 gram
c.       Merobek kertas dengan ukuran sekitar 1 cm
d.      Merendam kertas yang telah dirobek- robek dengan air 400 gram ke dalam baskom, waktu minimal perendaman 12 jam
e.       Menuangkan kertas yang telah direndam  ke dalam blender
f.       Menghaluskan kertas yang telah direndam beserta lem sebanyak 20 gram menggunakan bantuan blender, dengan kecepatan minimum dalam waktu kurang dari 30 detik
g.      Menuangkan bubur kertas yang telah diblender ke atas kain kasa yang dilapisi keramik dan meratakan bubur kertas
h.      Meletakkan keramik di atas kain kasa yang telah diberi bubur kertas dan tekan (press) keramik sampai air mulai habis
i.        Menggeser keramik bagian atas, kesamping sampai lepas dari atas bubur kertas yang telah dipres
j.        Menjemur di bawah sinar matahari sampai kering, setelah kering angkat kertas dari cetakan
k.      Kertas daur ulang yang telah jadi siap digunakan
Untuk lebih jelas, dapat dilihat skema berikut ini: 

VIII. Analisis
Sampah kertas dapat menimbulkan berbagai pencemaran lingkungan seperti pencemaran air, pencemaran tanah dan pencemaran udara. Cara yang paling tepat untuk mengurangi pencemaran sampah kertas adalah dengan cara mendaur ulang sampah kertas tersebut menjadi aneka barang yang lebih berguna. Salah satu hasil daur ulang sampah kertas yaitu menjadi kertas kembali tetapi kertas hasil daur ulang tidak sebagus kertas pada umumnya. Dari data diatas dapat di analisis beberapa hal yang harus di perhatikan dalam proses daur ulang, diantaranya (1) Merobek kertas dengan ukuran sekitar 1 cm, hal ini bertujuan agar air lebih cepat meresap ke serat- serat kertas, (2) Merendam kertas yang telah dirobek- robek dengan air 400 gram dalam baskom  waktu minimal 12 jam, hal ini bertujuan agar serat kertas cepat lunak, (3) Menghaluskan kertas yang telah direndam dan dicampur lem sebanyak 20 gram menggunakan bantuan blender, dengan kecepatan minimum dalam waktu kurang dari 30 detik agar serat tidak hancur seluruhnya dan lem akan bercampur dengan rata, (4) Menuangkan bubur kertas yang telah diblender ke atas kain kasa yang dilapisi keramik dan meratakan bubur kertas, hal ini bertujuan agar hasil dari permukaan bubur kertas menjadi rata, (5) Meletakkan keramik di atas kain kasa yang telah diberi bubur kertas dan tekan (press) keramik, hal ini bertujuan agar bubur kertas lebih padat dan mengurangi volume air pada bubur kertas, (6) Menggeser keramik bagian atas sampai keramik lepas dari atas bubur kertas yang telah di pres, hal ini bertujuan agar proses pengeringan lebih cepat, (7) Menjemur di bawah sinar matahari, hal ini bertujuan agar bubur kertas menjadi kering, (8) Mengangkat kertas yang sudah kering, hal ini bertujuan memisahkan antara kertas dengan kain kasa agar kertas dapat digunakan semestinya.
 IX.       Kesimpulan
Perbandiangan antara kertas sebelum di daur ulang dan sesudah di daur ulang sangat berbeda. Kertas sebelum di daur ulang permukaan halus sedangkan kertas setelah didaur ulang permukaan kasar. Berat kertas sesudah didaur ulang lebih ringan 2 gram daripada kertas sebelum didaur ulang, perbandingannya 98:100 gram.
Kertas bekas yang tidak terpakai lagi dapat di gunakan menjadi barang yang lebih berguna yaitu dengan mendaur ulang kembali menjadi kertas atau barang lain yang lebih berguna dan menpunyai nilai jual. selain dapat mengurangi pencemaran lingkungan, proses daur ulang kertas juga dapat membuka lapangan pekerjaan 
 X.          Saran
Sebaiknya setiap lapisan masyarakat mampu memanfaatkan sampah atau barang yang sudah tidak dipakai menjadi barang yang lebih berguna. Agar sampah-sampah tersebut tidak mencemari langkungan sekitar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar