Jumat, 28 November 2014

kimia fisika farmasi

koloid
Dispersi adalah suatu sistem dimana suatu zat terbagi dalam zat lain. Zat lain yang terdispersi disebut fase terdispersi, sedangkan fase pendispersi disebut fase kontinu atau fase medium. Dalam sediaan farmasi umumnya merupakan system dispersi karena hampir tidak ada atau jarang sekali obat diberikan dalam keadaan 100% murni.
Menurut partikel  yang terdispersi maka sistem dispersi dibagi:
·         Dispersi molekul ukuran <1nm
·         Dispersi koloidal ukuran 1nm-0,5μm
·         Dispersi kasar ukuran >0,05μm
Koloid
Dengan ukuran 1 nm- 0,5 μm , maka partikel tak dapat dilihat dengan mikroskop biasa, namun dapat dilihat dengan mikroskop elektron.Tidak dapat melalui membran semi permiable,difusi sangat lambat.Beberapa larutan yang kelihatan larut namun sebenarnya masih tergolong kedalam system koloid yang sebetulnya belum betul-betul larut. Ini termasuk koloid.misalnya larutan glukosa, polisakarida,protein,polimer. Molekul dispersi karena ukuranya <1nm dapat melewati membran semi permiable.
Metoda dialisis
Cara yang digunakan didalam dialisis yaitu membersihkan darah kotor dari unsur-unsur yang tidak larut melewati membran semi permiable dengan menggunakan saringan dari selofan yang dapat melewati glukosa, garam, dan urea.Ultra filtrasi juga dapat digunakan untuk menyaring partikel kecil yaitu menggunakan corong buchner dengan tekanan negatif atau penyedot vacuum . Bila penyaringan menggunakan pengaruh muatan listrik maka metoda ini disebut elektroforesis
Penggunaan koloid dalam farmasi
 Didalam kehidupan banyak sistem koloid yang kita jumpai. Air kelihatan jernih terjadi setelah didiamkan beberapa hari terjadi endapan putih/kuning. Ternyata air ini mengandung batu kapur atau besi yang seakan-akan larut namun sebetulnay bentuknya larutan koloidal. Didalam farmasi system koloid banyak digunakan. Beberapa senyawa misalnya : perak koloid/argentum proteinum dugunakan membunuh mikroorganisme dalam tetes mata merah. Kelebihan sistem koloid dalam farmasi mempunyai sifat tidak mengiritasi karena sebetulnya tidak larut. Plasma protein merupakan protein yang dapat mengikat obat didalam darah sehingga obat dapat aktif. Beberapa bahan alam membentuk dispersi koloid dapat digunakan untuk membuat system bentuk sediaan obat.
Beberapa polimer dapat digunakan untuk metoda penyalutan termasuk dispersi koloid.
Tipe koloid
1.      Liofilik koloid : zat dapat menyatu dengan medium atau disebut tipe koloid yang suka kepada medium pendispersi.. liofilik dispersi dapat dibuat dengan mudah dengan jalan seolah olah melarutkan zat ke dalam pelarut (medium pendispersi). Bila pelarut digunakan air disebut hidrasi. Contoh : gelatin, PGA,insulin albumin, karet polisterin
2.      Liofobik kolid : sistem dimana medium pendispersi tidak banyak berinteraksi dengan medium pendispersi. Jadi seolah-olah didalam medium pendispersi tidak ada fase terdispersi atau seolah-olah terjadi pemisahan. Contoh koloid besi pada air, perak,sulfur
3.      Asosiasi koloid : micele&CMC. Koloid ini mempunyai sifat menyukai air dan menyukai minyak ini disebut surfaktan
Sifat Optik dari Koloid
Tyndal efek bila cahaya kuat dilewatkan larutan koloid maka cahaya akan terjadi pemantulan cahaya sehingga kekuatan cahaya tersebut akan berubah.
Dari prinsip tyndal efek ini dibuat mikroskop elektron.
Dengan mikroskop elektron dapat terlihat ukuran partikel yang tidak dapat dilihat dengan mikroskop biasa.
Penyerapan cahaya
Akibat koloid cahaya intensitas akan menurun bila lewat larutan koloid.Ini disebabkan kekeruhan koloid.Konsentrasi koloid dapat diukur berdasarkan cahaya yang intensitasnya berkurang.
Gerakan Koloid
Gerakan Brown.Gerakan Brown ini dapat diamati di dalam mikroskop bila ukuran partikel antara 5 mm.Lebih kecil saat diamati.Makin kecil makin sulit diamati.kenaikan kekentalan medium pendispersi makin kecil gerakan Brown bahkan malah berhenti.Misal bila air ditambah giserin.
Difusi.Partikel akan mengalami difusi berjalan dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah.Gerakan ini berubah setelah mencapai keseimbangan konsentrasi larutan.
Sedimentasi.Pengendapan dari koloid dipengaruhi oleh kekentalan medium, bj partikel, tekanan partikel dan konsentrasi partikel.
Pengaruh listrik (muatan listrik terhadap koloid)
Adanya muatan listrik akan pengaruhi kestabilan koloid terutama koloid yang bersifat ionic.Dengan elektroporosis maka koloid ionic dapat diendapkan dengan proses paengumpalan.
Hal ini dapat digunakan untuk melihat banyak zat terlarut atau logam terlarut dalam air
Stabilitas Koloid
Stabilitas dari koloid akan dipengaruhi oleh faktor adanya muatan listrik dan medium utuk menjaga kestabilan koloid.
Penambahan pengental akan menaikan stabilitas koloid, karena akan mencegah daya tarik menarik atau akan menghasilkan geragak Brown ini terjadi pada koloid yang bersifat liofilik.Koloid liofobik tidak tahan / stabil pada panas.Adanya muatan listrik akan menyebabkan daya tarik menarik partikel membentuk gumpalan.
Dengan menambah larutan yang bersifat ionic (garam-garam) maka akan mengubah muatan maka kestabilan koloid akan berubah.Akhirnya terjadi tarik menarik dan membentuk aglomorat.
Solubilisasi
Bila didalam larutan koloid tetap stabil maka seolah olah partikel itu tetap larut.Peristiwa ini disebut dengan solubilisasi.
Faktor yang mempengaruhi solubilisasi
Ini di pengaruhi oleh surfaktan dan jenis surfaktan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar