Jumat, 28 November 2014

Google Glass ~ Spesifikasinya

Google Glass ~ Spesifikasinya

  
google-glasses
    Google Glass adalah perangkat teknologi dipakai sebagai perpanjangan dari layar smartphone untuk melakukan serangkaian tugas-tugas sederhana yang menyerupai sepasang kacamata.
 Larry Page - Pendiri Google Glass
Pendiri sekaligus CEO Google saat ini, Larry Page, sedang memakainya.
Noah Zerkin - Co-founder Google
Noah Zerkin, Co-founder Google kepergok sedang naik kereta di kota New York. Dengan tampilannya saat itu, ia mungkin terlihat sebagai warga ‘biasa’, kecuali saat menilik dengan seksama kacamata yang sedang dipakainya.
Fungsi Google Glass adalah upaya untuk membebaskan data dari komputer desktop dan perangkat portabel seperti ponsel dan tablet, dan menempatkannya di depan mata Anda.
Pada dasarnya, Google Glass adalah kamera, layar, touchpad, baterai dan mikrofon yang dibangun ke bingkai kacamata sehingga Anda dapat melihat tampilan dalam bidang visi Anda, film, memotret, mencari dan menerjemahkan di mana saja. Prinsipnya adalah salah satu yang telah ada selama bertahun-tahun dalam fiksi ilmiah, dan sekarang akan ditampilkan dalam wujud nyata.
Dengan dirilisnya Kacamata Google, Google telah mulai bermitra dengan perusahaan yang berbeda untuk membuat aksesoris untuk kacamata computer-enable ini. Di forum Glass Explorer, sebuah thread menjelaskan bagaimana earbud akan bekerja, yang telah bermitra dengan Google, bagaimana pengisian Glass, bersama dengan bahan lainnya.
Sementara itu tidak satu pun dari informasi ini resmi diumumkan, ini tersedia bagi pengguna untuk membacanya dengan teliti secara online. Kacamata Google adalah produk yang hadir dalam bentuk kacamata yang dapat merekam video, memotret, mengobrol, mendapatkan arah, mencari fakta di web, dan masih banyak lagi.
Untuk nuansa Glass, Google telah bermitra dengan perusahaan Maui Jim dan Zeal Optics untuk memberikan keteduhan kacamata dengan setiap perangkat. Ini berarti ada kemungkinan bahwa beberapa kacamata akan tersedia bersama dengan perangkat ini.
Untuk aksesoris lainnya, Google menuliskan hadirnya kabel USB dan charger, di mana pengguna akan dapat mengisi daya dan mentrasfer foto dan video dengan menghubungkan kabel ke komputernya. Sebuah earbud mono juga akan disertakan dengan semua perangkat, yang akan bekerja untuk panggilan telepon atau mendengarkan musik. Google juga akan menyediakan kantong pelindung untuk menyimpan Glass.
google-glass-music
Google mulai mengemas produk prototipe Explorer Edition dan perangkat ini diharapkan tiba di pasaran untuk masyarakat umum pada tahun ini. Google mengatakan bahwa semua aksesoris Glass akan otomatis muncul di toko Glass. Perusahaan ini juga telah merencanakan akan meluncurkan sebuah toko aplikasi yang melayani pengguna Glass pada tahun 2014 ini.
Berikut ini beberapa spesifikasi resmi Kacamata Google yang memiliki frame futuristik dengan memori Flash 16GB, kamera 5 megapiksel, perekam video 720p, Wi-Fi B/g, Bluetooth dan baterai yang dapat menangani penggunaan satu hari penuh.
Google Glass Gunakan Akses Internet 3G/4G via Smartphone
Jika melihat fitur Google Glass yang dibocorkan Google, kacamata tersebut memang sangat mengandalkan internet. Ketika Google Glass menjadi penunjuk arah, navigasi, berbagi sosial, hangout, atau lainnya, tentu saja membutuhkan koneksi internet.
Pertanyaannya kemudian, bagaimana kacamata tersebut dapat terhubung. Tersiar kabar jika Google Glass mendukung akses WiFi. Dengan demikian pemakainya bisa langsung mencari lokasi hotspot terdekat. Namun bilamana sedang dalam perjalanan atau di alam bebas?
Menurut The Verge dan CNET News, Google Glass menyediakan aplikasi yang disebut Tether. Dengan aplikasi tersebut kacamata ini bisa terhubung dengan beberapa gadget sekaligus untuk mengakses internet 3G/4G.
Tak hanya itu saja, Google Glass dikabarkan pula bisa terhubung dengan ponsel pintar. Sebut saja Android atau iPhone. Lantas bagaimana mengoneksikannya? Sederhana, dengan mengandalkan fitus bluetooth.
Google Glass diyakini akan dirilis pada tahun ini. Meski masuk ke ranah gadget, Google tidak mengabaikan segi estetika khususnya fashion. Untuk itu Google mengandeng desainer kacamata terkemuka untuk ‘memercantik’ Google Glass.
Yang menjadi satu kelemahan Google Glass adalah soal harga. Setidaknya Anda harus menyiapkan sekitar USD 1.500 atau setara Rp 14,5 juta untuk mendapatkannya. Cukup mahal bukan?
Google Glass Hadirkan Aplikasi Pengenal Wajah
Bagi Anda yang ingin lebih baik dalam mengingat nama dan wajah seseorang, sebuah aplikasi terbaru hadir untuk kacamata pintar Google Glass. Aplikasi yang bernama MedRef for Glass itu, memberikan catatan tentang bagaimana Anda mengetahui setiap orang.
Meski konsep aplikasi tersebut nampak sempurna digunakan saat menghadiri pesta atau acara lain yang membuat Anda bertemu banyak orang, aplikasi ini sebetulnya diciptakan untuk karyawan rumah sakit.
Dengan menggunakan teknologi pengenalan wajah, karyawan rumah sakit yang memakai Google Glass bisa mendapatkan data pasien dengan foto, suara dan catatan teks.
Misalnya, dokter ingin membuat catatan bahwa pasien tertentu memiliki alergi. Karena data bisa dibagikan dengan Google Glass, dokter dan perawat lainnya bisa mendapat akses langsung terhadap informasi ini.
Aplikasi ini diciptakan oleh tim programer komputer di Medical Hackathon.
Berikut cara kerja MedRef: MedRef menambahkan kartu timeline dan membagikan kontak lewat Google Glass. Dengan menyebutkan nama atau memfoto pasien, kacamata pintar itu akan membawa rekamannya.
“Rumah sakit penuh dengan orang sibuk yang membawa beragam informasi,” kata Lance Nanek, programer komputer yang mengembangkan MedRef.
“Google Glass yang bisa memuat banyak data, akan menjadi sesuatu yang ditunggu-tunggu bagi karyawan rumah sakit.”
Google Glass Bisa Unggah Foto ke Facebook
Google telah mengirimkan prototipe kacamata pintar Google Glass kepada para pengembang aplikasi yang telah melakukan pemesanan di konferensi Google I/O tahun 2012 lalu.
Beberapa saat setelah para pengembang menerima perangkat tersebut, beberapa aplikasi pihak ketiga pun mulai bermunculan. Salah satunya adalah GlassTweet, aplikasi tidak resmi (unofficial) yang bisa digunakan untuk mengirim tweet dari kacamata pintar Google ini.
Tidak lama setelah kehadiran aplikasi GlassTweet tersebut, kini bertambah satu lagi aplikasi unofficial. Bedanya, aplikasi baru ini mengizinkan penggunanya untuk mengakses Facebook. Aplikasi tersebut dinamakan Google Glass to Facebook.
Dalam tahapan awal ini, aplikasi tersebut tidak dilengkapi dengan fitur yang terlalu lengkap. Pengguna hanya diberikan kemampuan untuk mengunggah (upload) gambar yang diambil di perangkat Google Glass ke akun Facebook-nya. Dengan kata lain, pengguna tidak bisa melihat timeline, saling mengirim pesan, dan memberi “like” sebuah status.
Cara mengaktifkan aplikasi ini pun tidaklah terlalu sulit. Pengguna hanya perlulog-in ke akun Facebook melalui halaman Glass to Facebook, kemudian aktifkan Sharing Contacts via MyGlass. Setelah selesai, pengguna sudah bisa langsung mengunggah foto yang mereka ambil ke akun Facebook.
Saat sebuah gambar diambil dan diunggah dari sebuah smartphone, maka sistem Facebook akan secara otomatis akan membuatkan sebuah album yang dinamakan “Mobile Album”.
Nah, hal tersebut juga berlaku di aplikasi tersebut. Sistem akan secara otomatis membuatkan album sendiri yang dinamakan “Glass to Facebook”. Akan ada sebuah teks default yang menyatakan bahwa gambar tersebut diunggah dari Google Glass.
Google Glass bukan untuk anak-anak
Google menyatakan anak-anak berusia 13 tahun dilarang menggunakan alat teknologi terbaru mereka, Google Glass.
Dalam situsnya Google menulis: ”Jangan izinkan anak-anak berusia di bawah 13 tahun menggunakan Glass karena bisa mengganggu perkembangan penglihatan mereka.”
”Glass tidak untuk semua orang. Sama seperti ketika mengenakan kacamata, sejumlah orang mungkin akan merasa tekanan pada mata atau mengalami sakit kepala,” tambah Google.
”Anak-anak mungkin bisa memecahkan Glass atau melukai mereka sendiri, dan syarat ketentuan Google juga tidak mengizinkan mereka yang berusia di bawah 13 tahun mendaftar ke sebuah akun Google.”
Saat BBC mempertanyakan penjelasan lebih jauh tentang bagaimana Glass bisa mempengaruhi pandangan anak-anak, mereka tidak memberi rincian lebih lanjut.
Kacamata pintar
Google Glass merupakan teknologi terbaru yang telah diluncurkan Google.
Dengan memakai kacamata pintar maka pengguna bisa mengambil gambar, melakukan percakapan video dan berseluncur di internet.
Tampilan layar Glass menurut Google adalah definisi tinggi dan mampu merekam video dalam resolusi 720p.
Memiliki penyimpanan sebesar 16 GB, Google Glass bisa tersambung dengan perangkat nirkabel lainnya melalui Bluetooth atau wi-fi.
Perusahaan ini menjanjikan satu baterai akan bertahan untuk ”penggunaan satu hari penuh”.
Google sebelumnya menggelar kompetisi pada awal tahun ini dengan mengundang calon pengguna untuk memberi saran terkait penggunaan alat terbaru mereka.
 google-glass1

Pada saat ini Google Glass belum siap untuk dijual dan bukan perangkat ponsel atau komputer. Google Glass berguna untuk pencarian suara, memberikan petunjuk arah mengemudi, berjalan, atau bersepeda, mengambil dan berbagi foto dan video melalui Google Plus, memulai Google Hangout, menerima panggilan telepon, mengirim teks, menyediakan hasil pencarian termasuk ramalan cuaca dan cuaca saat ini di beberapa lokasi, menghubungkan aplikasi pihak ketiga.
Agar semua fitur diatas berjalan dengan baik diperlukan Glass namun bukanlah ponsel yang dihubungkan melalui Bluetooth atau Wi-Fi. Diperlukan akun Google untuk menggunakan Glass dan akun Google+ untuk berbagi foto dan video.
Saat ini, Glass bisa digunakan dengan iPhone, tapi lebih terbatas. Smartphone Android akan memberikan berbagai macam fitur. Google belum mengumumkan kecocokan dengan sistem operasi smartphone lainnya.
Google Glass ditujukan untuk para developer yang telah membeli produk seharga $ 1500 (lebih dari Rp. 1,5 juta). Nantinya perangkat lain dan bingkai kacamata optik dapat mendukung teknologi Google Glass.
Glass berbentuk seperti sepasang kacamata tebal tanpa bingkai, persegi panjang agak menonjol dari bagian depan. Terdapat tombol power, speaker, lampu indikator, port Micro-USB dan tombol untuk memetikan dan menghidupkan kamera. Baterai terpasang di belakang telinga kanan, dan tombol navigasi sentuh yang sensitif terdapat di lengan kanan. Pada waktu yang akan datang pembuat Glass akan membuat perangkat yang lebih ramping dengan model Glass terintegrasi dengan berbagai cara.
Google Glass Bisa Digunakan untuk Membantu Memadamkan Api
Banyak ide-ide keren yang bisa diwujudkan lewat Google Glass. Setelah kehadiran aplikasi yang menawarkan membantu penataan rambut, kacamata pintar ini juga bisa dipergunakan untuk memadamkan api. Adapun fungsi ini diimpikan oleh petugas pemadam kebakaran di Rocky Mountain, Carolina Utara, Amerika Serikat yang bernama Patrick Jackson melalui program Google Glass Explorer. 
Jackson berharap Google Glass bisa membantu petugas pemadam kebakaran untuk menyelamatkan nyawa korban kebakaran dan diri sendiri. Menurutnya perangkat ini bisa menjadi perangkat hands-free yang bisa membuat petugas waspada terhadap kebakaran, melacak letak hidran, membangun rencana untuk memadamkan api secara terstruktur, mendapatkan arahan yang tepat melalui suara, dan sebagainya.
Aspek hands-free memang sangat penting bagi petugas pemadam kebakaran yang sering membawa peralatan berat dan mungkin mengangkat korban ke tempat yang aman, bergerak ke dalam ruangan yang penuh tantangan, dan masih banyak lagi. Dengan Google Glass, mereka bisa mengubah mata mereka menjadi potensial untuk meminimalisir bahaya kebakaran.
“Ketika saya mencoba Google Glass, saya tidak tahu bahwa hal-hal seperti ini bisa terjadi. Perangkat ini bisa menangkap apa saja yang saya lakukan dan merencanakan apapun untuk pemadaman api. Terima kasih kepada semua orang yang mendukung kampanye indiegogo saya untuk memungkinkan hal ini terjadi. Terutama untuk istri saya yang telah menjadi istri terbaik dan pendukung saya,” ujar Patrick dalam pernyataan yang dikutip Phandroid. Ide-ide seperti ini memang tentu menjadi pencerahan tersendiri bagi Google Glass, di mana tengah mengalami kontroversi dan pelarangan penggunaan di berbagai tempat dan lokasi di Amerika Serikat. Yang pasti, dengan fungsi yang tengah dieksplorasi Patrick tersebut, tentunya perangkat ini menjadi sesuatu yang istimewa dalam usaha penyelamatan nyawa manusia.
Edisi Explorer yang sedang dibanggakan untuk pengembang tersedia dalam warna putih, hitam, abu-abu, oranye, dan biru langit
google-glass-colors
Ukuran layar kecil (gelas kaca) adalah 0,75 inci kedalaman dan 0,375 inci lebar, tinggi 0,375 inci, dipasang antara alis dan kelopak mata, bukan di depan mata. Pemakai akan melirik ke atas dan ke kanan untuk membaca area tampilan yang aktif, yang merupakan setengah inci diagonal.
Pada edisi Explorer ini, display teks tidak bisa dipindahkan ke kiri. Namun nantinya pengguna bisa memesannya. Layar display berguna untuk melihat hasil pencarian, teks, dan segala sesuatu yang dapat dilakukan dengan Glass.
Apa saja komponen yang ditanam Google? Mari kita mulai dari layar/ lensa. Seperti dikutip dari Techcrunch, layar yang tak ubahnya lensa kacamata Google Glass diklaim bakal memiliki resolusi yang “setara dengan display high definition dilihat dari jarak 2,5 meter”.
Kendati demikian, dalam keterangan spesifikasi, Google tidak mencantumkan berapa persisnya resolusi layar Google Glass.
Dalam panduan Google Glass untuk developer, Google menyatakan bahwa foto-foto yang ditampilkan melalui perangkat itu harus memiliki resolusi 640 x 360. Besar kemungkinan bahwa angka tersebut mewakili resolusi yang sebenarnya dari Google Glass.
Versi pertama kacamata pintar Google ini juga dibekali kamera yang mampu merekam video HD 720p. Media penyimpanan internal berukuran 16 GB (dengan 12 GB ruang kosong yang bisa dipakai) dapat menyimpan hasil tangkapan gambar atau rekaman video.
Media penyimpanan ini juga akan tersinkronisasi dengan layanan cloud storageGoogle.
Soal baterai, Google mengklaim bahwa Google Glass bisa bertahan seharian. Akan tetapi, ditambahkan pula bahwa daya tahan baterai tersebut bisa menurun apabila penggunanya memakai fitur-fitur rakus energi seperti merekam video ataungobrol bareng di Google Hangout.
Nah, salah satu fitur yang paling unik adalah “bone conduction transducer”. Kacamata pintar ini bisa mentransmisikan suara ke telinga bagian dalam melalui tulang tengkorak penggunanya. Berkat fitur ini, pengguna tak memerlukanheadphone untuk mendengar suara dari Google Glass.

Berikut ini Spesifikasi lengkap Google Glass :

Memiliki Prosesor Dual-Core Texas Instrument OMAP 4430 dengan RAM 682 MB.
Fitting: 
– Bantalan hidung dan frame yang bisa disesuaikan dengan semua bentuk wajah
– Bantalan hidung tambahan dalam dua ukuran
Layar:
“Resolusi tinggi setara dengan display high definition dilihat dari jarak 2,5 meter”
Kamera:
– Foto: 5 megapiksel
– Video: HD 1280×720 p
Audio:
“Bone Conduction Transducer”
Konektivitas:
– WiFi 802.11b.g
– Bluetooth
Media penyimpanan:
16 GB, dengan kapasitas yang bisa dipakai sebesar 12 GB, tersinkronisasi dengan layanan cloud storage Google.
Daya tahan baterai:
Satu hari penuh, kecuali dipakai untuk merekam video atau video conferencing(hangout)
Charger:
Charger khusus dengan port micro-USB
Kompatibilitas:
– Semua ponsel dengan kapabilitas Bluetooth
– Software pendamping MyGlass membutuhkan sistem operasi Android 4.0.4 (Ice Cream Sandwich) atau yang lebih baru. MyGlass membuka fitur GPS dan SMS pada Google Glass.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar