Jumat, 28 November 2014

polarisasi cahaya akibat zat padat

polarisasi cahaya akibat zat padat
Menurut teori, cahaya matahari terdiri dari kumpulan cahaya. Oleh karena itu cahaya matahari atau lampu disebut cahaya polikromatis.
Oleh pengaruh kristal bentuk tertentu misalnya butir-butir air yang ada di awan, jika terkena cahaya matahari maka cahaya tersebut teruraikan menjadi susunan warna pelangi yang sangat indah dari mulai merah hingga ungu. Namun masih ada cahaya yang tidak nampak yaitu infra merah dan ultra ungu (ultra violet). Kedua cahaya tersebut tak nampak tetapi dapat dibuktikan keberadaannya misalnya dengan adanya efek panas atau berflouresensi pada saan di jatuhkan (dimasukkan) ke zat-zat tertentu. Hal ini digunakan untuk adanya kandungan zat tertentu dari tumbuh-tumbuhan (terutama jenis alkoloida).
Masing-masing cahaya pelangi baik merah atau kuning dll tidak dapat diuraikan kembali menjadi warna-warna lain, maka cahaya tersebut disebut cahaya monokromatis.Contohnya lampu dari logam natrium yang warnanya kuning.
Cahaya terpolarisasi
Secara teoritis cahaya terdiri dari getaran getaran. Getaran ini mempunyai arah yang tegak lurus terhadap arah cahaya. Ini terjadi baik pada cahaya monokromatis maupun polikromatis. Dengan suatu kristal bentuk tertentu maka cahaya mempunyai getaran ke segala arah dapat disearahkan, maka cahaya tersebut disebut cahaya terpolarisasi dan hanya mempunyai satu arah getaran.
Perhitungan interpolasi
Interpolarisasi (inter=antara, polasi=kutub/ujung) merupakan hitungan angka yang ditengah atau angka yang terletak antara dua angka berdasarkan angka yang ada diujung.
Perhitungan ini digunakan untuk:
·        Menghitung BJ
·        Kadar etanol dalam %b/b dan %v/v
·        Untuk standarisasi termometer

Tidak ada komentar:

Posting Komentar