Sabtu, 29 November 2014

Fungsi Lemari Es

Fungsi Lemari Es

Kita semua pasti sudah mengetahui fungsi kulkas atau lemari es , yaitu sebuah alat listrik menggunakan refrigerator ( pendingin ) yang bisa menjaga kesegaran makanan yang berada di dalamnya . Secara sistem kerja , kulkas menyedot panas keluar dan mengubah fase operasi dengan sebuah putaran refrigerator . kulkas terdiri dari dua bagian , yaitu lemari pendingin dan lemari pembeku . Sistem dua lemari ini diperkenalkan pertama kali oleh General Electric pada tahun 1911 . Saat ini , kulkas terbagi menjadi empat ruang penyimpanan makanan yang berbeda kisaran suhunya .
  • Ruang pembeku 1 , dengan kisaran suhu mencapai -18C atau setara 0 F digunakan untuk membuat es batu .
  • Ruang pembeku  2, dengan kisaran suhu mencapai 0 C atau setara 32 F digunakan menyimpan daging , ikan , dan makanan kaleng .
  • Ruang pendingin dengan kisaran suhu mencapai 4 C atau  setara 40 F
    digunakan menyimpanair dan minuman botol atau kaleng .
  • Ruang penyegar dengan kisaran suhu mencapai 10 C atau setara 5o F digunakan menyimpan buah dan sayuran .
Kulkas mengalami perkembangan teknologi . pada awalnya kulkas digunakan untuk membuat es batu . Saat ini , kulkas dengan beberapa model dan bentuk mempunyai kemampuan tidak hanya membuat es batu . Teknologi kulkas berkembang menjadi alat untuk mengawetkan berbagai bahan makanan maupun makanan jadi . Di era tahun 70 sampai tahun 90 an ,kulkas termasuk barang kebutuhan tersier karena harganya relatif terlalu mahal . Selain itu, kulkas juga memerlukan daya listrik yang besar yaitu berkisar 200 – 350 watt . Seiring dengan perkembangan teknologi , bagi sebagian besar masyarakat , kulkas bukan menjadi barang kebutuhan tersier lagi karena kegunaan kulkas di dalam rumah tangga dirasa  cukup penting untuk menyimpan makanan dan menjaga keawetannya. Selain itu harganya ( saat ini ) relatif terjangkau masyarakat kalangan menengah ke bawah dengan daya listrik semakin kecil antara 60 – 120 watt.
Secara umum , kulkas memiliki dua fungsi yaitu mendinginkan atau membekukan dan mengawetkan.
A. Mendinginkan atau membekukan 
Sejak ditemukannya kulkas , manusia cenderung menggunakankulkas untuk mendinginkan dengan menurunkan suhu atau air minum. bahkan membekukannya agar terasa lebih segar saat diminum. Membekukan air atau membuat es dilakukan dengan menurunkan suhu sampai mencapai titik beku air yaitu 0 C . Selanjutnya , es yang berbentuk dapat dicampur dengan air atau minuman lainnya yang memiliki suhu normal atau setara denga suhu kamar ( 27 C)
B. Mengawetkan 
Ada banyak cara untuk mengawetkan makanan seperti di keringkan , di asap , diberi ragi atau bahan pengawet makanan dan didinginkan . Dari berbagai cara pengawetan tersebut , pengawetan dengan cara mendinginkan makanan dinilai lebih praktis , murah tidak merubah rasa , dan membutuhkan waktu relatif lebih cepat dibandingkan proses pengawetan lainnya. Pada suhu yang normal dan lembab . , mikroba dapat berkembang biak dengan cepat sehingga makanan lebih bertahan lama dan tidak mengubah rasanya .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar